KOMISI PENYIARAN INDONESIA DAERAH (KPID) KALIMANTAN BARAT

LEMBAGA NEGARA INDEPENDEN | Alamat Kantor: Jl. Adi Sucipto No. 50 Pontianak Kelurahan Bangka Belitung Laut, Kota Pontianak. Tlp : +62 811-577-877 Email : kpid.propkalbar@gmail.com Instagram : kpidprovkalbar

Komisioner KPID Periode 2025-2028

Anggota KPID Kalimantan Barat yang dilantik pada 30 Desember 2025

Analog Switch Off

Menyambut Kick Off Siaran Digital 2 November 2022

Pengaduan KPID

jika ada isi siaran yang melanggar P3SPS laporkan !

PPID KPID Kalimantan Barat

Memberikan Pelayanan Informasi Publik yang cepat, terbuka dan bebas biaya

Monday, 19 September 2022

Data Penerima STB TV Digital Dikelola Kabupaten Kota


Sebagai lembaga Independen KPID Kalimantan Barat memiliki tugas dan fungsi pengawasan isi siaran. Selain itu untuk mewujudkan iklim penyiaran yang sehat, KPID Kalbar turut serta terlibat dalam memberikan rekomendasi dalam pengambilan kebijakan dunia penyiaran. Dalam melakukan kerja-kerjanya KPID selalu bersinergi dengan  berbagai lembaga sehingga mampu kerjasama yang dilakukan dapat berjalan bersama. Salah satu mitra kerja KPID kalimantan Barat adalah Dinas Kominfo Provinsi Kalimantan Barat. 

Untuk mempererat kerja sama sekaligus melakukan koordinasi, Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Kalimantan Barat melakukan kunjungan kerja ke kantor Dinas Kominfo Kalimantan Barat, Jumat, 16 September 2022 di kantor Dinas Kominfo Kalimantan Barat. Pada kesempatan ini Komisioner KPID kalBar diterima oleh PLH. Kepala Dinas, D. Zamroni S.STP., MSI. Bersama KaBid Komunikasi Publik, Maria Wijayanti, ST dan KaBid Informasi Publik, Drs. Dudi Nugraha Rasika. 

Pada awal pembicaraan disampaikan oleh Ketua KPID, M.Y.I Deddy Malik, program kerja KPID Kalbar terutama dalam 100 hari kerja. Yang akan melakukan kerjasama dan sinergisitas bersama dengan stakeholder penyiaran. Diharapkan masyarakat lebih mengenal fungsi dan kerja KPID Kalbar. Melalui kerja pengawasan KPID Kalbar, pada akhirnya penyiaran akan mampu menjadi pemberi informasi yang sehat bagi masyarakat.

Ketua KPID memaparkan Program Kerja
Dalam diskusi salah satu hal yang dibicarakan adalah persiapan Kalimantan Barat menjelang Analog Swicth Off atau ASO. Undang Undang No. 11 tahun 2020 tentang cipta kerja mengamanatkan sistem televisi analog harus beralih ke siaran digital paling lambat 2 November 2022. Bagi wilayah zona 1 Kota Pontianak, Kubu Raya dan Mempawah saat ini ditunjuk sebagai penyelenggara MUX pada teknologi multiplexing digital televisi yaitu Emtek Pontianak, TRANSMEDIA, dan TVRI.

Peralihan siaran digital televisi diharapkan akan membawa dampak positif bagi penikmat televisi. Selain penerimaan teknis jauh lebih baik, migrasi digital televisi akan mengoptimalkan penggunaan frekuensi yang selam ini digunakan oleh televisi. Pada siaran digital, satu frekuensi televisi dapat memuat paling tidak sepuluh kanal siaran. Sehingga dampaknya penggunaan frekuensi dapat dialihkan untuk mendukung komunikasi data internet yang saat ini semakin tinggi kebutuhannya. 

Saat ini tidak kurang 21 kanal televisi sudah bisa dinikmati melalui tiga penyelenggara MUX.  Tayangan digital televisi yang bersih, jernih serta canggih teknologi sudah dapat dinikmati masyarakat dengan menggunakan set top box, bagi pemilik pesawat televisi lama. Untuk membantu masyarakat kurang mampu pemilik pesawat televisi lama, Pemerintah melalui Kementrian Kominfo akan memberikan set top box gratis. Hal ini dilakukan agar semua kalangan masyarakat mendapatkan akses informasi seluas-luasnya.

Pada kesempataan ini KaBid Komunikasi Publik, Maria Wijayanti, ST menyampaikan perkembangan terkait persiapan ASO di Kalbar. Menurut Maria, dalam rapat koordinasi yang sudah dilakukan bersama jajaran Kementrian Kominfo dalam penentuan data masyarakat penerima STB Tv Digital diputuskan akan menggunakan gabungan data Dinas Dukcapil dan Dinas Sosial. Untuk itu pengelolaan data diserahkan langsung kepada Kabupaten/Kota yang akan melalui persetujuan Kepala Daerah setempat. Bagi Kalimantan Barat sendiri, tidak mendapat alokasi STB dari Kementrian Kominfo, tetapi mendapat STB dari penyelenggara MUX.

Sementara itu, KaBid Informasi Publik, Drs. Dudi Nugraha Rasika mengungkapkan dalam proses migrasi Tv Digital, pihak yang mempunyai wewenang adalah Kemeterian Kominfo melalui Dirjen Pos dan Telekomunikasi, Postel. Ditambahkan, untuk pembagian STB, pihak penyelenggara MUX akan berkordinasi dengan PT. Pos atau membagikan langsung kepada masyarakat. Untuk mengatasi berbagai persoalan tentang ASO, diharapkan semua pihak terkait saling bekerjasama agar proses migrasi digital berjalan baik, tambah Dudi.

Diskusi KPID bersama jajaran DisKominfo Kalbar.
Menanggapi beberapa hal terkait ASO, Komisioner KPID Kalbar Korbid Pengelolaan struktur dan sistem penyiaran/PS2P, A. Panca Esti W. S.sn menekankan pentingnya keberadaan lembaga penyiaran lokal di Daerah. Mengingat dalam proses migrasi Tv Digital masih ditemui kendala dari lembaga penyiaran lokal untuk menyewa MUX. Diperlukan solusi bersama sehingga tetap dapat eksis dalam penyiaran digital. Ketua KPID, Deddy Malik juga menambahkan perlu solusi mengisi kekosongan Blankspot Tv Digital pada daerah diluar zona 1 Pontianak. Peran Kominfo dan Pemerintah Daerah diharapkan dapat memperluas infrastruktur Tv Digital hingga ke seluruh daerah Kalimantan Barat.

Dalam penutup diskusi, Plh Diskominfo Kalbar, Zamroni akan menyampaikan persoalan dan  rekomendasi kepada pihak terkait sehingga dapat diambil kebijakan yang tepat. (pc)



KPID Kalbar: Siaran Sehat Bentuk Masyarakat Cerdas



Minggu 18 September 2022, KPID KalBar melakukan sosialisasi Gemes, Gerakan Menonton Sehat di lokasi Car Free Day, jl. MT. Haryono Kota Pontianak. Pada moment olah raga yang dihadiri oleh berbagai kalangan warga kota Pontianak, KPID Kalbar menyampaikan agar masyarakat tetap menonton televisi dan mendengarkan siaran radio dengan memilih tayangan yang sehat.

Ketua KPID Kalbar, M.Y.I Deddy Malik menyampaikan KPID Kalbar ingin memberikan literasi kepada masyarakat sekaligus membangun kesadaran pentingnya memilih siaran yang sehat. Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting untuk memilih siaran sehat sehingga bisa mengambil manfaat untuk kehidupan, baik dari sisi SDM, parenting, kesehatan, dan ekonomi kreatif. Peran penting masyarakat turut membangun lembaga penyiaran menghadirkan siaran yang bermanfaat bagi pemirsanya.

Literasi Siaran Sehat oleh KPID Kalbar

Kegiatan kali ini adalah salah satu program kerja KPID Kalbar dalam melakukan tugasnya. Kegiatan ini berupa literasi kepada masyarakat merupakan satu program 100 hari kerja, ada sosialisasi, dialog, diskusi publik, KPID Awards, dan riset indeks,” ucap Deddy.

Selain itu, dalam kegiatan di tengah masyarakat KPID turut mensosialisasikan tentang ASO atau analog switch off yang akan diberlakukan pada 2 November nanti. Kami bersama dengan lembaga penyiaran memberikan informasi perlunya pemahaman peralihan teknologi dari analog ke digital, dengan kualitas gambar yang bersih, suara yang jernih, dan teknologi yang canggih. Masyarakat tidak perlu khawatir, teknologi yang lama televisi tabung bisa mendapatkan siaran tv digital dengan menggunakan set top box,” tambahnya.

Menjelang tahun politik 2024 nanti. KPID bersama lembaga penyiaran penyiaran terus membangun sinergitas untuk membangun Kalbar dengan penyiaran yang berkualitas membentuk masyarakat cerdas.

KPID berdiskusi langsung dengan masyarakat
Pada kesempatan ini warga masyarakat yang hadir memberikan tanggapan tentang KPID kalbar. Budi dan Eka, yang hadir berolahraga dalam Car Free Day menyampaikan walaupun saat ini lebih sering mengakses gadgetnya dibanding menonton TV, namun masih mendapatkan hiburan khususnya olahraga melalui televisi. Mereka berharap, dengan televisi digital yang kualitas siarannya semakin baik akan lebih menarik untuk ditonton.(pc)


Thursday, 15 September 2022

Tanggapan masyarakat terkait ASO Televisi Digital

Sosialisasi ASO langsung kepada masyarakat yang datang

Undang Undang No. 11 tahun 2020 tentang cipta kerja mengamanatkan sistem televisi analog harus beralih ke siaran digital paling lambat 2 November 2022. Bagi wilayah zona 1 Kota Pontianak, Kubu Raya dan Mempawah sudah dilakukan berbagai langkah persiapan. Dari teknis yang menjadi penyelenggara MUX pada teknologi multiplexing digital televisi ditunjuk sebagai pemenang lelang yaitu Emtek Pontianak, TRANSMEDIA, dan TVRI.

Saat ini tidak kurang 21 kanal televisi sudah bisa dinikmati melalui tiga penyelenggara MUX.  Tayangan digital televisi yang bersih, jernih serta canggih teknologi sudah dapat dinikmati masyarakat dengan menggunakan set top box, bagi pemilik pesawat televisi lama. Untuk membantu masyarakat kurang mampu pemilik pesawat televisi lama, Pemerintah melalui Kementrian Kominfo akan memberikan set top box gratis. Hal ini dilakukan agar semua kalangan masyarakat mendapatkan akses informasi seluas-luasnya.

Peralihan siaran digital televisi diharapkan akan membawa dampak positif bagi penikmat televisi. Selain penerimaan teknis jauh lebih baik, migrasi digital televisi akan mengoptimalkan penggunaan frekuensi yang selam ini digunakan oleh televisi. Pada siaran diguital, satu frekuensi televisi dapat memuat paling tidak sepuluh kanal siaran. Sehingga dampaknya penggunaan frekuensi dapat dialihkan untuk mendukung komunikasi data internet yang saat ini semakin tinggi kebutuhannya.

Namun menjelang cut off tanggal 2 November 2022, tidak semua informasi masyarakat tentang siaran televisi digital sampai dan dipahami. Oleh sebab itulah ibu Eka, didorong keingintahuan terhadap siaran digital pada rabu 14 september 2022 mendatangi langsung kantor KPID. Ibu Eka berkesempatan bertemu langsung Ketua KPID kalimantan Barat, M.Y.I Deddy Malik dan Komisioner anggota bidang pengawasan isi siaran Charles Armando Efraim di ruang kerja KPID Kalbar.

Ibu Eka mengaku kebingungan ketika melihat salah satu kanal televisi favoritnya tidak lagi ditangkap di pesawat televisinya. Beliau bahkan mengira stasiun tersebut sudah tidak lagi bersiaran. Namun untuk memastikannya ibu Eka memberanikan diri mengunjungi kantor KPID untuk mendapatkan informasi.

Dalam kesempatan tersebut, ketua KPID, M.Y.I Deddy Malik menjelaskan bahwa stasiun yang dimaksud ibu Eka saat ini telah bersiaran di kanal digital. Sehingga pesawat televisi ibu Eka tidak dapat menangkap siarannya. Dari penjelasan tersebut Ibu Eka mengaku baru mengetahui dan berharap masyarakat pemirsa televisi seperti dirinya mendapatkan informasi yang jelas dari perubahan yang dilakukan. Deddy juga menambahkan meskipun dalam migrasi penyiaran digital KPID hanya menjadi support sistem, namun KPID Kalbar akan mengawal hal tersebut dengan terus mensosialisasikan ASO yang tidak lama lagi tahap cut off. (pc)

Sonora FM mengoptimalkan Internet Dalam Bisnis Radio

Pertanyaan apakah saat ini radio masih ada? Atau masih efektifkah beriklan di radio? Menjadi pertanyaan yang sering ditemui awak radio ketika bersinggungan dengan masyarakat. Untuk menjawabnya perlu kreatif meyakinkan masyarakat, terutama pemasang iklan agar mau mempromosikan produknya di radio. Dengan merambah dunia internet, Sonora FM melakukan berbagai terobosan aar mendapatkan kepercayaan pendengar dan masyarakat. 

Station Manager Sonora FM Pontianak Deisy Torondek mengungkapkan, salah satu upaya Sonora adalah mengoptimalkan media internet melalui siaran streaming, kanal youtube dan berbagai sosial media. Link streaming Sonora tercatat mampu mencapai 27% disusul facebook dan media sosial lainnya. Data-data pendengar dan pengunjung portal sonora.id menjadi salah satu amunisi agar pebisnis di Kalimantan Barat mau beriklan di radio

Hal tersebut disampaikan Deisy pada kesempatan kunjungan kerja Komisioner KPID di kantor stasiun radio Sonora FM, Rabu 14 september 2022. Sebagai radio swasta di Kalimantan Barat, siaran Sonora FM saat ini mampu menjangkau 250 km melalui frekuensi 96,7 Mhz. Melalui network di 21 kota dengan 33 jaringan Sonora FM memiliki program siaran yang berfokus kepada kalangan muda. Bahkan program bagi anak muda termasuk bidang pendidikan mendominasi 49% program Sonora. Sonora FM masih tercatat memiliki program andalan yang historis sejak berdirinya yaitu AMKM. Program request lagu ini masih mampu menjadi favorit pendengar sonora.

Pada kesempatan ini, Deisy juga menyampaikan keinginan agar media radio mampu terus mengudara, walaupun radio terasa seperti menjadi anak tiri dibanding media televisi. Sampai sering dipertanyakan masyarakat yang berpikir tidak ada lagi radio di jaman sekarang. Menjawab hal tersebut Ktua KPID kalbar, M.Y.I Deddy Malik akan melakukan pendataan ulang terhadap media radio di Kalimantan Barat. Meskipun dengan perubahan peraturan dalam hal perizinan menyebabkan tidak update nya data radio di KPID Kalbar. 

Ditegaskan pula berbagai program kerja KPID yang bersinergi dengan berbagai lembaga, khususnya lembaga penyiaran. Diharapkan berbagai persoalan penyiaran di Kalimanan Barat dapat diketahui dan mencari solusi bersama melalui kerjasama.

Link streaming Talkshow Sonora.FM

Kunjungan kerja kali juga ini diisi dengan Talkshow di studio Sonora FM. Dengan tema"KPID Mengawal Penyiaran Kalimantan Barat yang sehat. Hadir sebagai narasumber Korbid Kelembagaan, Meriana, Spd. Korbid Pengawasan isi siaran, Teresa Rante M, SH. Dan korbid bidang P2SP, A. Panca Esti W. S,sn. 

Pada Talkshow disampaikan program kerja tiga bidang KPID kalbar. Sebagai lembaga yang memiliki tugas pengawasan siaran KPID berharap keterlibatan masyarakat untuk melaporkan jika ada ditemukan siaran yang meresahkan, berbau kekerasan atau pornografi. Guna menjamin isi siaran radio dan televisi tidak melanggar P3SPS sebagai pedoman perilaku penyiaran. Pengelola lembaga penyiaran juga diharapkan mampu memahami dan menerapkan aturan P3SPS dalam membuat program siaran.

Studio radio Sonora FM
Talkshow yang dipandu oleh William Van Hearen ini turut menekankan masyarakat sebagai pemirsa agar bijak memilih program siaran. Karena sejatinya pemirsa menjadi filter utama di keluarga khususnya anak-anak untuk menjaring informasi yang tepat dan sehat. (pc)

Radio-Televisi Mujahidin;Media Dakwah kreatif di era Digital

Radio Mujahidin dikenal di Kota Pontianak sudah lebih dari lima belas tahun. Dalam melalui berbagai dinamika penyiaran Radio Mujahidin teruji masih mampu eksis menyuarakan informasi di Kalimantan Barat. Perubahan teknologi dan iklim di era digital mampu di adaptasi dengan cukup baik oleh radio yang berfokus sebagai media dakwah. 

Pada kesempatan kunjungan kerja KPID kalbar pada Senin 12 september 2022, tujuh komisioner KPID berdiskusi langsung dengan piminan Radio Mujahidin. Selain dikenal sebagai radio dakwah, program acara Radio Mujahidin saat ini cukup beragam untuk berbagai kalangan. Seperti yang diungkapkan pimpinan sekaligus penyiar senior Radio Mujahidin, Ery Noviana Arummanix, S.I.Kom. Saat bersiaran tentang informasi daerah, banyak warga yang menyampaikan keluhan dan permasalahannya. Mulai dari persoalan komoditi sampai dengan kondisi ekonomi di masyarakat.

Saat ini Radio Mujahidin mengudara sejak pukul 04.00 dini hari sampai dengan pukul 10.00 di frekuensi 105,8 FM. Kemudian siaran dilanjutkan dengan siaran melalui streaming sampai dengan malam hari.  Penggunaan media streaming Radio Mujahidin dinilai mampu menambah jangkauan pendengar hingga ke berbagai daerah di luar Kalimantan Barat. Bahkan kini Radio Mujahidin memiliki kanal podcast yang rutin ditayangakan, tidak hanya di radio tetapi melalui video di kanal Youtube miliknya.

Foto bersama di ruang Podcast Radio Mujahidin

Menurut Ery Noviana, Program Radio Mujahidin yang masih menjadi favorit pendengar terutama di saat bulan Ramadhan. Radio Mujahidin menghadirkan suasana ramadhan dari berbagai kalangan masyarakat. Mulai dari pejabat sampai dengan warga dihadirkan di udara melalui siaran saat waktu sahur.

Radio Mujahidin juga dikenal memiliki banyak prestasi.  Sebagai salah satu Media Radio yang mengikuti ajang penghargaan KPID Award 2019 lalu, Radio Mujahidin berhasil masuk ke dalam 8 Nominasi Kategori Program dan Penyiar Radio, serta meraih tiga Kategori penghargaan. Kategori tersebut ialah Program Radio Peduli Perempuan, Program Radio Khusus Pembangunan Daerah, dan Penyiar Terbaik Tahun 2019.

Pada kesempatan yang sama, Komisioner KPID Kalimantan Barat mengunjungi Mujahidin TV. Lembaga penyiaran Komunitas di Kalimantan Barat ini dalam waktu dekat diharapkan mampu beralih siaran ke teknologi digital. Dalam diskusi pimpinan Mujahidin TV, Fasial mengungkapkan salah satu persoalan sebagai lembaga penyiaran televisi komunitas memiliki anggaran terbatas, terutama saat harus menyewa MUX. Menurutnya harga penyewaan MUX bagi Televisi Komunitas masih relatif tinggi. Meskipun demikian, Faisal  berusaha keras meyakinkan berbagai pihak baik internal dan eksternal, agar mendukung siaran Mujahidin TV terutama pada siaran digital. Berbagai kreativitas juga musti dilakukan, terutama di era persaingan informasi saat ini. 

Pada kesempatan penutup Faisal menyampaikan keinginan agar televisi komunitas dapat diberikan kemudahan termasuk melalui berbagai kerjasama dengan berbagai lembaga agar dapat terus beroperasi menyampaikan informasi dan konten daerah di Kalimantan Barat. (pc)


MUX Emtek Akan Tambah Kanal TV Baru di Pontianak


Salah satu program kerja KPID Kalimantan Barat adalah bersinergi dengan lembaga penyiaran. Tidak hanya lembaga penyiaran lokal di kalimantan barat, lembaga penyiaran berjaringan menjadi salah satu tujuan sinergisitas kerja KPID. Pada senin 12 sptember 2022, salah satu lembaga penyiaran yang dikunjungi oleh komisioner KPID adalah kantor Emtek Group. Perusahaan media bidang televisi berjaringan ini sudah cukup lama melakukan siaran di kalimantan barat. Saat ini Emtek Grup menjadi salah satu pemegang Mux pada siaran digital di wilayah zona 1 Kalimantan Barat. Meliputi Kota Pontianak, Kubu Raya dan Mempawah.

Pada kanal digital saat ini MUX Emtek Group meliputi Indosiar,  SCTV, Moji, dan Mentari TV. Ditambah dua kanal Kompas TV dan Metro TV.  Dengan spesifikasi transmisi yang ada, Ke depan seperti diungkapkan dalam diskusi akan ada penambahan tiga kanal berjaringan.

Diskusi bersama pimpinan Emtek Pontianak

Sebagai Televisi berjaringan yang diamanatkan menyiarkan sepuluh persen siaran lokal, saat ini pemberitaan di jaringan Emtek diawaki oleh seorang Jurnalis. Sementara untuk produksi program ada dua production House yang per tahunnya mampu memproduksi 60 episode program. Program pada jaringan Emtek ditayangkan pada pukul 05.30 sampai dengan pukul 06.00 WIB.

Diskusi bersama pimpinan Emtek Pontianak

Dalam memproduksi siaran lokal Kalimantan Barat, jaringan Emtek masih melalui proses paska produksi terpusat di Jakarta. Ke depan diharapkan siaran Digital mampu menumbuhkan konten lokal menjadi semakin beragam dan memiliki jam tayang yang semakin bertambah. (pc)

Monday, 12 September 2022

Dialog RRI:Mengawal Netralitas di Tahun Politik

Kehadiran RRI Pontianak di Kalimantan Barat sudah mewarnai jalan panjang penyiaran di Kalbar. Para pendengar setia tentulah memiliki berbagai Kesan dan Kenangan terhadap siaran RRI. Apresiasi terhadap semua Program Siaran RRI tentu tidak kalah banyaknya, seiring perjaalanan panjang RRI mengudaara di ruang dengar masyarakat Kallimantan Barat. Berbagai program acara seperi Informasi nasional, informasi daerah, serta Budaya, Hiburan dan Religi. 

Dalam dialog program "Lintas Pontianak Pagi", jumat 9 september 2022, PRO 1 FM 104,2 Mhz, menghadirkan narasumber Mulyanto Maharani. Seorang praktisi radio, penyiar RRI Pontianak yang sangat dikenal pada jamannya. Hadir pula H.B Salman, Direktur Pontianak Post serta Ketua KPID Kalbar, M.Y.I Deddy Malik.

Pada moment hari Radio kali ini RRI seluruh Indonesia mengusung tagline Indonesia Kuat. Di saat persoalan pandemi yang sangat memukul bangsa ini, perlu harapan besar untuk semakin menguatkan diri melangkah ke depan.

Dalam kesempatan penutup tak lupa iringan ucapan Selamat Ultah ke 77 RRI pada tgl  11 Sept 2022, Semakin di depan, kreatif dan. Inovatif dlm membuat dan mengembangkan program yang sehat dan berkualitas, Sekali di Udara Tetap di Udara


Dialog Spesial Hari Radioke-77
Selanjutnya masih dalam rangka hari radio ke 77, PRO 1 RRI Pontianak secara khusus menghadirkan Dialog Spesial Hari Radio Ke-77, Minggu 11 sepetember 2022. Dalam dialog ini Ketau KPID Kalbar, M.Y.I Deddy Malik berkesempatan menjadi host. Adapun tema yang dibahas  adalah  "Mengawal Netralitas di tahun Politik". 

Berbagai hal yang dibahas terkait  Sudut Pandang Netralitas, Strategi Literasi kepada Masyarakat dan Bagaimana Sinergisitas yang akan dilakukan untuk menjamin keberlangsungan pemilu yang jujur adil dan berkualitas.

Hadir sebagai narasumber dialog Ketua KPU Kota, Dedi Nuliadi, Komisioner Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat,Faisal Riza dan dan Akademisi IAIN, Eka Hendry AR.

Link streaming: https://www.facebook.com/pro1.rripontianak/videos/1292539514824222/

Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana Memastikan Netralitas Penyelenggara Negara (ASN, TNI/Polri) termasuk Penggunaaan Sumber Daya  dan Program,  dalam Proses Penyelenggaraan Pemilu yg Berkualitas. Karena sebagai aparatur negara, mereka harus betul-betul dalam posisi tidak memihak, netral yang akan membuat kualitas pemilu menjadi semakin baik. 
Sebagai harapan terhadap RRI menjadi penyampai informasi pemilu yang netral dan berkualitas dalam kesempatan ini seluruh Narasumber mengucapan Selamat Ultah ke 77 untuk RRI dan Selamat Hari Radio. 
(pc)