KOMISI PENYIARAN INDONESIA DAERAH (KPID) KALIMANTAN BARAT

LEMBAGA NEGARA INDEPENDEN | Alamat Kantor: Jl. Adi Sucipto No. 50 Pontianak Kelurahan Bangka Belitung Laut, Kota Pontianak. Tlp : +62 811-577-877 Email : kpid.propkalbar@gmail.com Instagram : kpidprovkalbar

Komisioner KPID Periode 2025-2028

Anggota KPID Kalimantan Barat yang dilantik pada 30 Desember 2025

Analog Switch Off

Menyambut Kick Off Siaran Digital 2 November 2022

Pengaduan KPID

jika ada isi siaran yang melanggar P3SPS laporkan !

PPID KPID Kalimantan Barat

Memberikan Pelayanan Informasi Publik yang cepat, terbuka dan bebas biaya

Thursday, 15 September 2022

Sonora FM mengoptimalkan Internet Dalam Bisnis Radio

Pertanyaan apakah saat ini radio masih ada? Atau masih efektifkah beriklan di radio? Menjadi pertanyaan yang sering ditemui awak radio ketika bersinggungan dengan masyarakat. Untuk menjawabnya perlu kreatif meyakinkan masyarakat, terutama pemasang iklan agar mau mempromosikan produknya di radio. Dengan merambah dunia internet, Sonora FM melakukan berbagai terobosan aar mendapatkan kepercayaan pendengar dan masyarakat. 

Station Manager Sonora FM Pontianak Deisy Torondek mengungkapkan, salah satu upaya Sonora adalah mengoptimalkan media internet melalui siaran streaming, kanal youtube dan berbagai sosial media. Link streaming Sonora tercatat mampu mencapai 27% disusul facebook dan media sosial lainnya. Data-data pendengar dan pengunjung portal sonora.id menjadi salah satu amunisi agar pebisnis di Kalimantan Barat mau beriklan di radio

Hal tersebut disampaikan Deisy pada kesempatan kunjungan kerja Komisioner KPID di kantor stasiun radio Sonora FM, Rabu 14 september 2022. Sebagai radio swasta di Kalimantan Barat, siaran Sonora FM saat ini mampu menjangkau 250 km melalui frekuensi 96,7 Mhz. Melalui network di 21 kota dengan 33 jaringan Sonora FM memiliki program siaran yang berfokus kepada kalangan muda. Bahkan program bagi anak muda termasuk bidang pendidikan mendominasi 49% program Sonora. Sonora FM masih tercatat memiliki program andalan yang historis sejak berdirinya yaitu AMKM. Program request lagu ini masih mampu menjadi favorit pendengar sonora.

Pada kesempatan ini, Deisy juga menyampaikan keinginan agar media radio mampu terus mengudara, walaupun radio terasa seperti menjadi anak tiri dibanding media televisi. Sampai sering dipertanyakan masyarakat yang berpikir tidak ada lagi radio di jaman sekarang. Menjawab hal tersebut Ktua KPID kalbar, M.Y.I Deddy Malik akan melakukan pendataan ulang terhadap media radio di Kalimantan Barat. Meskipun dengan perubahan peraturan dalam hal perizinan menyebabkan tidak update nya data radio di KPID Kalbar. 

Ditegaskan pula berbagai program kerja KPID yang bersinergi dengan berbagai lembaga, khususnya lembaga penyiaran. Diharapkan berbagai persoalan penyiaran di Kalimanan Barat dapat diketahui dan mencari solusi bersama melalui kerjasama.

Link streaming Talkshow Sonora.FM

Kunjungan kerja kali juga ini diisi dengan Talkshow di studio Sonora FM. Dengan tema"KPID Mengawal Penyiaran Kalimantan Barat yang sehat. Hadir sebagai narasumber Korbid Kelembagaan, Meriana, Spd. Korbid Pengawasan isi siaran, Teresa Rante M, SH. Dan korbid bidang P2SP, A. Panca Esti W. S,sn. 

Pada Talkshow disampaikan program kerja tiga bidang KPID kalbar. Sebagai lembaga yang memiliki tugas pengawasan siaran KPID berharap keterlibatan masyarakat untuk melaporkan jika ada ditemukan siaran yang meresahkan, berbau kekerasan atau pornografi. Guna menjamin isi siaran radio dan televisi tidak melanggar P3SPS sebagai pedoman perilaku penyiaran. Pengelola lembaga penyiaran juga diharapkan mampu memahami dan menerapkan aturan P3SPS dalam membuat program siaran.

Studio radio Sonora FM
Talkshow yang dipandu oleh William Van Hearen ini turut menekankan masyarakat sebagai pemirsa agar bijak memilih program siaran. Karena sejatinya pemirsa menjadi filter utama di keluarga khususnya anak-anak untuk menjaring informasi yang tepat dan sehat. (pc)

Radio-Televisi Mujahidin;Media Dakwah kreatif di era Digital

Radio Mujahidin dikenal di Kota Pontianak sudah lebih dari lima belas tahun. Dalam melalui berbagai dinamika penyiaran Radio Mujahidin teruji masih mampu eksis menyuarakan informasi di Kalimantan Barat. Perubahan teknologi dan iklim di era digital mampu di adaptasi dengan cukup baik oleh radio yang berfokus sebagai media dakwah. 

Pada kesempatan kunjungan kerja KPID kalbar pada Senin 12 september 2022, tujuh komisioner KPID berdiskusi langsung dengan piminan Radio Mujahidin. Selain dikenal sebagai radio dakwah, program acara Radio Mujahidin saat ini cukup beragam untuk berbagai kalangan. Seperti yang diungkapkan pimpinan sekaligus penyiar senior Radio Mujahidin, Ery Noviana Arummanix, S.I.Kom. Saat bersiaran tentang informasi daerah, banyak warga yang menyampaikan keluhan dan permasalahannya. Mulai dari persoalan komoditi sampai dengan kondisi ekonomi di masyarakat.

Saat ini Radio Mujahidin mengudara sejak pukul 04.00 dini hari sampai dengan pukul 10.00 di frekuensi 105,8 FM. Kemudian siaran dilanjutkan dengan siaran melalui streaming sampai dengan malam hari.  Penggunaan media streaming Radio Mujahidin dinilai mampu menambah jangkauan pendengar hingga ke berbagai daerah di luar Kalimantan Barat. Bahkan kini Radio Mujahidin memiliki kanal podcast yang rutin ditayangakan, tidak hanya di radio tetapi melalui video di kanal Youtube miliknya.

Foto bersama di ruang Podcast Radio Mujahidin

Menurut Ery Noviana, Program Radio Mujahidin yang masih menjadi favorit pendengar terutama di saat bulan Ramadhan. Radio Mujahidin menghadirkan suasana ramadhan dari berbagai kalangan masyarakat. Mulai dari pejabat sampai dengan warga dihadirkan di udara melalui siaran saat waktu sahur.

Radio Mujahidin juga dikenal memiliki banyak prestasi.  Sebagai salah satu Media Radio yang mengikuti ajang penghargaan KPID Award 2019 lalu, Radio Mujahidin berhasil masuk ke dalam 8 Nominasi Kategori Program dan Penyiar Radio, serta meraih tiga Kategori penghargaan. Kategori tersebut ialah Program Radio Peduli Perempuan, Program Radio Khusus Pembangunan Daerah, dan Penyiar Terbaik Tahun 2019.

Pada kesempatan yang sama, Komisioner KPID Kalimantan Barat mengunjungi Mujahidin TV. Lembaga penyiaran Komunitas di Kalimantan Barat ini dalam waktu dekat diharapkan mampu beralih siaran ke teknologi digital. Dalam diskusi pimpinan Mujahidin TV, Fasial mengungkapkan salah satu persoalan sebagai lembaga penyiaran televisi komunitas memiliki anggaran terbatas, terutama saat harus menyewa MUX. Menurutnya harga penyewaan MUX bagi Televisi Komunitas masih relatif tinggi. Meskipun demikian, Faisal  berusaha keras meyakinkan berbagai pihak baik internal dan eksternal, agar mendukung siaran Mujahidin TV terutama pada siaran digital. Berbagai kreativitas juga musti dilakukan, terutama di era persaingan informasi saat ini. 

Pada kesempatan penutup Faisal menyampaikan keinginan agar televisi komunitas dapat diberikan kemudahan termasuk melalui berbagai kerjasama dengan berbagai lembaga agar dapat terus beroperasi menyampaikan informasi dan konten daerah di Kalimantan Barat. (pc)


MUX Emtek Akan Tambah Kanal TV Baru di Pontianak


Salah satu program kerja KPID Kalimantan Barat adalah bersinergi dengan lembaga penyiaran. Tidak hanya lembaga penyiaran lokal di kalimantan barat, lembaga penyiaran berjaringan menjadi salah satu tujuan sinergisitas kerja KPID. Pada senin 12 sptember 2022, salah satu lembaga penyiaran yang dikunjungi oleh komisioner KPID adalah kantor Emtek Group. Perusahaan media bidang televisi berjaringan ini sudah cukup lama melakukan siaran di kalimantan barat. Saat ini Emtek Grup menjadi salah satu pemegang Mux pada siaran digital di wilayah zona 1 Kalimantan Barat. Meliputi Kota Pontianak, Kubu Raya dan Mempawah.

Pada kanal digital saat ini MUX Emtek Group meliputi Indosiar,  SCTV, Moji, dan Mentari TV. Ditambah dua kanal Kompas TV dan Metro TV.  Dengan spesifikasi transmisi yang ada, Ke depan seperti diungkapkan dalam diskusi akan ada penambahan tiga kanal berjaringan.

Diskusi bersama pimpinan Emtek Pontianak

Sebagai Televisi berjaringan yang diamanatkan menyiarkan sepuluh persen siaran lokal, saat ini pemberitaan di jaringan Emtek diawaki oleh seorang Jurnalis. Sementara untuk produksi program ada dua production House yang per tahunnya mampu memproduksi 60 episode program. Program pada jaringan Emtek ditayangkan pada pukul 05.30 sampai dengan pukul 06.00 WIB.

Diskusi bersama pimpinan Emtek Pontianak

Dalam memproduksi siaran lokal Kalimantan Barat, jaringan Emtek masih melalui proses paska produksi terpusat di Jakarta. Ke depan diharapkan siaran Digital mampu menumbuhkan konten lokal menjadi semakin beragam dan memiliki jam tayang yang semakin bertambah. (pc)

Monday, 12 September 2022

Dialog RRI:Mengawal Netralitas di Tahun Politik

Kehadiran RRI Pontianak di Kalimantan Barat sudah mewarnai jalan panjang penyiaran di Kalbar. Para pendengar setia tentulah memiliki berbagai Kesan dan Kenangan terhadap siaran RRI. Apresiasi terhadap semua Program Siaran RRI tentu tidak kalah banyaknya, seiring perjaalanan panjang RRI mengudaara di ruang dengar masyarakat Kallimantan Barat. Berbagai program acara seperi Informasi nasional, informasi daerah, serta Budaya, Hiburan dan Religi. 

Dalam dialog program "Lintas Pontianak Pagi", jumat 9 september 2022, PRO 1 FM 104,2 Mhz, menghadirkan narasumber Mulyanto Maharani. Seorang praktisi radio, penyiar RRI Pontianak yang sangat dikenal pada jamannya. Hadir pula H.B Salman, Direktur Pontianak Post serta Ketua KPID Kalbar, M.Y.I Deddy Malik.

Pada moment hari Radio kali ini RRI seluruh Indonesia mengusung tagline Indonesia Kuat. Di saat persoalan pandemi yang sangat memukul bangsa ini, perlu harapan besar untuk semakin menguatkan diri melangkah ke depan.

Dalam kesempatan penutup tak lupa iringan ucapan Selamat Ultah ke 77 RRI pada tgl  11 Sept 2022, Semakin di depan, kreatif dan. Inovatif dlm membuat dan mengembangkan program yang sehat dan berkualitas, Sekali di Udara Tetap di Udara


Dialog Spesial Hari Radioke-77
Selanjutnya masih dalam rangka hari radio ke 77, PRO 1 RRI Pontianak secara khusus menghadirkan Dialog Spesial Hari Radio Ke-77, Minggu 11 sepetember 2022. Dalam dialog ini Ketau KPID Kalbar, M.Y.I Deddy Malik berkesempatan menjadi host. Adapun tema yang dibahas  adalah  "Mengawal Netralitas di tahun Politik". 

Berbagai hal yang dibahas terkait  Sudut Pandang Netralitas, Strategi Literasi kepada Masyarakat dan Bagaimana Sinergisitas yang akan dilakukan untuk menjamin keberlangsungan pemilu yang jujur adil dan berkualitas.

Hadir sebagai narasumber dialog Ketua KPU Kota, Dedi Nuliadi, Komisioner Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat,Faisal Riza dan dan Akademisi IAIN, Eka Hendry AR.

Link streaming: https://www.facebook.com/pro1.rripontianak/videos/1292539514824222/

Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana Memastikan Netralitas Penyelenggara Negara (ASN, TNI/Polri) termasuk Penggunaaan Sumber Daya  dan Program,  dalam Proses Penyelenggaraan Pemilu yg Berkualitas. Karena sebagai aparatur negara, mereka harus betul-betul dalam posisi tidak memihak, netral yang akan membuat kualitas pemilu menjadi semakin baik. 
Sebagai harapan terhadap RRI menjadi penyampai informasi pemilu yang netral dan berkualitas dalam kesempatan ini seluruh Narasumber mengucapan Selamat Ultah ke 77 untuk RRI dan Selamat Hari Radio. 
(pc)


Selamat Hari Radio Ke-77;Sejarah Hari Radio

Repost: Sejarah Hari Radio dan Lahirnya RRI; https://www.kpi.go.id

Setiap tanggal 11 September diperingati sebagai Hari Radio Nasional. Ditanggal yang sama itu juga diperingati sebagai hari kelahiran Radio Republik Indonesia (RRI) yang didirikan pada 11 September 1945, maka tak heran jika tanggal 11 September juga sering disebut sebagai Hari RRI.

RRI didirikan sebulan setelah siaran radio Hoso Kyoku dihentikan tanggal 19 Agustus 1945. Saat itu, masyarakat menjadi buta akan informasi dan tidak tahu apa yang harus dilakukan setelah Indonesia merdeka. Apalagi, radio-radio luar negeri saat itu mengabarkan bahwa tentara Inggris yang mengatasnamakan sekutu akan menduduki Jawa dan Sumatera. 

Tentara Inggris dikabarkan akan melucuti tentara Jepang dan memelihara keamanan sampai pemerintahan Belanda dapat menjalankan kembali kekuasaannya di Indonesia. Dari berita-berita itu juga diketahui bahwa sekutu masih mengakui kedaulatan Belanda atas Indonesia dan kerajaan Belanda dikabarkan akan mendirikan pemerintahan benama Netherlands Indie Civil Administration (NICA).

Menanggapi hal tersebut, orang-orang yang pernah aktif di radio pada masa penjajahan Jepang menyadari radio merupakan alat yang diperlukan oleh pemerintah Republik Indonesia untuk berkomunikasi dan memberi tuntunan kepada rakyat mengenai apa yang harus dilakukan. 

Wakil-wakil dari 8 bekas radio Hosu Kyoku mengadakan pertemuan bersama pemerintah di Jakarta.

Pada 11 September 1945 pukul 17.00, delegasi radio sudah berkumpul di bekas gedung Raad Van Indje Pejambon dan diterima sekretaris negara. Delegasi radio yang saat itu mengikuti pertemuan adalah Abdulrahman Saleh, Adang Kadarusman, Soehardi, Soetarji Hardjolukita, Soemarmadi, Sudomomarto, Harto dan Maladi. 

Abdulrahman Saleh yang menjadi ketua delegasi menguraikan garis besar rencana pada pertemuan tersebut. Salah satunya adalah mengimbau pemerintah untuk mendirikan radio sebagai alat komunikasi antara pemerintah dengan rakyat mengingat tentara sekutu akan mendarat di Jakarta akhir September 1945. Radio dipilih sebagai alat komunikasi karena lebih cepat dan tidak mudah terputus saat pertempuran.

Untuk modal operasional, delegasi radio menyarankan agar pemerintah menutut Jepang supaya bisa menggunakan studio dan pemancar-pemancar radio Hoso Kyoku. 

Mendengar hal itu, sekretaris negara dan para menteri keberatan karena alat-alat tersebut sudah terdaftar sebagai barang inventaris sekutu. Para delegasi pun mengambil sikap meneruskan rencana mereka dengan memperhitungkan risiko peperangan.

Pada akhir pertemuan, Abdulrachman Saleh membuat simpulan antara lain, dibentuknya Persatuan Radio Republik Indonesia yang akan meneruskan penyiaran dari 8 stasiun di Jawa, mempersembahkan RRI kepada Presiden dan Pemerintah RI sebagai alat komunikasi dengan rakyat, serta mengimbau supaya semua hubungan antara pemerintah dan RRI disalurkan melalui Abdulrachman Saleh. 

Pemerintah menyanggupi simpulan tersebut dan siap membantu RRI meski mereka tidak sependapat dalam beberapa hal.

Pada pukul 24.00, delegasi dari 8 stasiun radio di Jawa mengadakan rapat di rumah Adang Kadarusman. Para delegasi yang ikut rapat saat itu adalah Soetaryo dari Purwokerto, Soemarmad dan Soedomomarto dari Yogyakarta, Soehardi dan Harto dari Semarang, Maladi dan Soetardi Hardjolukito dari Surakarta, serta Darya, Sakti Alamsyah dan Agus Marahsutan dari Bandung. Dua daerah lainnya, Surabaya dan Malang tidak ikut serta karena tidak adanya perwakilan. Hasil akhir dari rapat itu adalah didirikannya RRI dengan Abdulrachman Saleh sebagai pemimpinnya. Red dari berbagai sumber.

Selamat Ulang Tahun Radio Repunblik Indonesia dan Selamat Hari Radio Ke 77;Sekali di Udara Tetap Di Udara.

Friday, 9 September 2022

Siaran TVRI Siap Jadi Primadona di Perbatasan Kalbar

Komisioner KPID beserta KepSta TVRI beserta jajaran.

Tujuh Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Kalimantan Barat melakukan kunjungan kerja ke stasiun TVRI Kalimantan Barat, jumat 9 sept 2022. Dalam kesempatan ini komisioner KPID diterima langsung oleh Kepala Stasiun TVRI Kalbar Syarifuddin, S.E., M.M beserta jajarannya.

Pembicaraan hangat diawali pemaparan Ketua KPID M.Y.I Deddy Malik tentang gamabaran umum program kerja KPID Kalbar. Terutama pada triwulan terakhir tahun 2022 ini. Sebagai lembaga penyiaran publik di daerah, TVRI Pontianak menjadi lembaga penyiaran yang mengemban misi penyebaran informasi sampai ke pelosok daerah kalimantan barat. Menjelang program Analog Switch Off, ASO di Indonesia, infrastruktur TVRI telah didukung oleh delapan stasiun siaran digital di berbagai daerah.

"Sudah sejak 1 januari 2022 TVRI kalimantan Barat bersiaran digital. Dari yang awalnya hanya empat jam, saat ini sudah menyentuh lima belas jam siaran setiap hari". Ungkap Syarifuddin.

Di wilayah kalbar yang merupakan perbatasan negara, siaran TVRI diharapkan dapat menjadi primadona. Sehingga informasi nasional dapat menjadi tuan rumah di daerah perbatasan. Hal ini didukung jangkauan siaran TVRI yang sudah diterima dengan baik di perbatasan melalui pemancar di wilayah sanggau ledo, Tambah Syarifuddin.

Ditambah lagi di tahun politik, TVRI punya misi dan tanggungjawab menjadi televisi publik terdepan dalam menyampaikan informasi kepemiluan. Tentunya tetap mengacu pada prinsip keberimbangan dan netralitas sebagai media publik, tutur Komisioner KPID, Misrawi.

Dalam kesempatan ini komisioner bidang PS2P, A. Panca esti menyatakan apresiasi kepada TVRI Kalbar yang pada era digital ini mampu mengembangkan diri. Dengan kekuatan yang dimiliki saat ini TVRI menjadi televisi yang menggunakan sistem siaran digital terluas di kalbar. Dan dengan penambahan jam siaran yang semakin banyak, dituntut kreativitas sumber daya luar biasa agar isi siaran juga semakin baik.

Diskusi bersama jajaran TVRI
Secara teknis, pemancar digital TVRI kalbar di Kota Pontianak saat ini mencapai 3,2 Kilo watt. Sehingga mampu menjangkau seluruh kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, dan sebagian Kabupaten Mempawah. Untuk Kabupaten Mempawah saat ini masih ditemui beberapa blankspot. Harapannya dengan keterlibatan pemerintah daerah setempat dan kominfo mampu mengatasi blankspot yang ada.

Sebagai penutup KPID berharap ke depan TVRI mampu bersinergi dengan KPID dan lembaga penyiaran lain saling bekerjasama sehingga mampu mensosialisasikan serta mewujudkan siaran yang sehat di Kalimantan Barat. (pc)

Terkait: Program Kerja KPID Kalimantan Barat.


SELAMAT ULANG TAHUN KOMPAS TV

Selamat Ulang Tahun Kompas TV. Kompas TV Pontianak adalah sebuah stasiun televisi swasta di kota Pontianak. Dalam sejarahnya, Kompas TV Pontianak semula bernama Khatulistiwa TV,berdiri pada bulan agustus 2005, Pada tanggal 1 februari 2014, Khatulistiwa TV berganti nama menjadi Kompas TV Pontianak.

Saat ini, Kompas TV Pontianak dimiliki oleh Kompas Gramedia Media (KG Media) Jangkauan siarannya meliputi Kota Pontianak, Kabupaten Memawah, dan Kabupaten Landak. Kompas TV Pontianak saat ini berada di Channel 39 UHF dan siaran Digital di 48 UHF. Stasiun televisi di Pontianak ini merupakan jaringan dari Kompas TV.

Beberapa Program yang ditayangkan Saat ini:

  • Kompas Kalbar
  • Sapa Pontianak
  • Bincang Khatulistiwa
  • Khatulistiwa Sepekan
  • Screenplay
  • 1001
  • Mutiara Hati
  • Mutiara Iman

Selamat Ulang Tahun Kompas TV ke-sebelas. Semoga tetap menjadi televisi yang independen, terpercaya dan menginspirasi dalam mengisi ruang pandang dan ruang dengar masyarakat Kalimantan Barat. (pc)